Minggu, 10 Juli 2011

Say Anything

Say anything, save everything
If we say nothing this love will die
Give me just one word, you can scream or whisper
If you want to stay with me, tell me why
Say anything

It's not that the words aren't there but they'd only fail my emotions
Just want to feel this way without chaining you down to some old cliche
You want water in my hands and we stand waist deep in the ocean
It's bigger than the sea, it won't let me

Say just anything, because I feel everything
I'd rather say nothing than the same old lines
I think I give you more, something there's no words for
You don't have to hear me to feel me trying
To say anything

Baby I know you try but somtimes I still want to hear it
Even when the waters calm but lately it's just when there's something wrong
Why can't we splash around and hold on to that playful spirit
Oh like we used to do and won't you

Say anything, save everything
If we say nothing this love will die
Give me just one word, you can scream or whisper
If you want to stay with me tell me why
Say anything

This love is true
Even if you call it by a different name
And it's still the same, so we'll

Say anything, feel everything
I want to be with you so this love can fly
We'll hang on every word and we'll scream, we'll whisper
This moment is waiting for you and I
Say anything
Say anything

Saya hanya memutar-mutar lagu ini beberapa jam terakhir. betapa perasaan saya begitu jatuh pada seseorang, betapa saya begitu sayang kepadanya begitu dalam. Betapa saya sedang dalam perasaan yang begitu sedih karena mecintai.. Dia hanya diam
.... Mungkin saja ini memang keputusan paling tepat. dengan tidak memperjuanngkan perasaan kita.. selamat tinggal...

Sabtu, 09 Juli 2011

setiap air mata adalah kekuatan

"Suatu hari kau akan menertawai moment ini karena ketololalanmu melakukannya"

Seperti itulah tulisan di bbm seorang sahabat saya, dari mantan saya. si Mantan mencoba menguatkan sahabat saya yang akan ditinggal kawin setelah 6 tahun pacaran.
Tiba-tiba dada saya merasa ditimpuk batu bata membacanya. Bagaimana mungkin menangis dan melihat orang yang kamu cintai menikah adalah sebuah ketololan?. Melihat orang yang kita cintai saja tidak kita miliki, sudah sangat menyakitkan. Apalagi melihatnya menikah, bukan?. Okay suatu hari ini memang seperti kejadian tolol "cryin for someone not worthed for you" but hei.. i never think that is stupid moment. Bagi saya setiap moment sakit adalah proses, dan ketika menangis adalah salah satu proses menguatkan diri untuk mengikhlaskan seseorang.

Di waktu yang bersamaan saya sedih mengingat perjuangan saya, memperjuangkan perasaan ke dia, ketika itu. Sampai sekarangpun, saya merasa itu bukanlah hal tolol :). Memperjuangkan perasaan,menangis berhari-hari (sampe di sangka gila sama nyokap looh), ada titik di mana tiba-tiba saya jatuh terduduk di tengah Mall, dan menangis karena karena tersadar bahwa kali ini saya betul-betul tidak memilikinya lagi :(. Dan saya tidak pernah menganggap itu adalah sebuah ketololan.

Ketika itu dalam fikiran saya, "hanya ingin memperjangkan perasaan saya" Saya tidak ingin menyesal suatu hari nanti, saya tidak ingin nanti suatu hari saya berucap " kenapa dulu saya tidak berjuang yah? " sesimpel itu. Hari ini saya begitu kuatnya menghadapi kepergian siapapun dalam hidup saya, karena dari kehilangalah saya belajar, bahwa semua yang kita cintai tidak mungkin kita miliki. melihat orang-orang yang kita cintai bisa bahagia dengan siapapun orang yang dicintainya adalah cara yang paling tepat mencintai seseorang :)

Dear Dian, setiap air mata yang jatuh adalah kekuatan. menangis adalah tanda bahwa kita mencintainya. semoga disetiap proses yang kita lewati, kita menemukan kesabaran di dalammnya :).. perjuangkan perassanmu, hingga hanya dirimu dan tuhan yang tahu bahwa kau sudah saatnya menyerah ... i love you my bestie...

dan tiba-tiba coldplay-pun terputar "Just because im lossing doesn't mean im lost "

Sabtu, 23 April 2011

lelaki kemudian

Aku ingin bersamamu Seperti saat ini, dimana cinta itu seperti "tanpa melihat siapa dan kenapa"
Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu dengan memebicarakan hal-hal yang tidak penting.
aku ingin kau memeluk sesudahnya, dan kita bercinta tanpa mengenal lelah..

Tentu semuanya sedang bahagia, karena kita sedang di penuhi cinta, tapi bagaimana Kelak jika kita telah menemui perbedaan?
Apakah aku akan seperti dengan Imajiku? apakah kita akan tetap saling mengecup ketika bercerita? ataukah kau tetap mengelus pundakku saat semuanya sedang tidak baik-baik saja?

Ah Lelaki Kemudian, aku menunggumu... semua tidak perlu sesuai dengan konsep kepalaku yg njilmet, cukup kau hidup untuk memcintai Tuhan dan karenanya kau mencintaiku :)

Selasa, 14 Desember 2010

Amarah malam

Dalam jaga tercipta kesunyian.
Melihatmu jauh di pelupuk mata, membuatku tau ini adalah perang antar kau dan kau.
Tak ada yang kalah atau menang, yang ada hanya duka.
Dalam diam ku bergumam, akankah kembali nyata rasa suka?
Kau memilih bungkam, membiarkan imaji kotor memberontak dalam jiwa.
Jalan depan tak pernah salah, hanya jalan terlampau manja hingga kita lekat kepadanya. kelak, jika jalan waktu telah berhasil membunuhku, jangan meneyesal karena aku yakin Ia akan membunuh rasaku

makassar 12 Desember 2010

Sabtu, 02 Oktober 2010

Maha yang lupa ke Maha-annya

Mahasiswa yang tidak Maha

Mahasiswa Makassar
Bakar Dua Fakultas
Sabtu, 19 Juni 2010 20:05 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal | Dibaca 82 kali

Begitulah bunyi judul sebuah artikel Hukum-Kriminal di salah satu portal berita nasional. Berita tentang mahasiswa Makassar tawuran, bentrok, ricuh , dsb, rasanya sudah tidak asing lagi di telinga saya. Dua minggu lalu juga seperti itu, atau belum cukup sebulan lalu lah, ketika saya ke kampus terjadi juga tawuran antar mahasiswa. Setiap mendengar, melihat, membaca seperti ini rasanya miris sekali, Apa sih yang mereka lakukan? ada apa? Dan apa alasannya?

Saya mengingat beberapa tahun lalu, saat di kampus saya terjadi tawuran cukup gede (lebih dari sehari tawurannya), saya menanyakan ke seorang super senior di kampus saya -yang cukup lama tak bersua, tapi karena ada “perhelatan” akhirnya bertemu, percakapan singkat saya dengannya seperti ini.

"Bang, kenapa tawuran bang? malu kita sama orang luar",
"tak masalah dik, ini memang pesta tiap tahun".
Jujur saja, Jengkel saya dibuatnya mendengar statement seperti itu, saya kembali menimpali jawabannya " Iya bang, Hanya saja kasian, kita ini Mahasiswa, maluuuuuuu dong! Status kita kan ada “Maha”-nya di depan, kita ini salah satu kaum intelek bangsa, masa pake otot sih?".
"Dik, ini hanya bercanda, ini olahraga. kau santailah. nanti juga kalo si fakultas A ketemu sama Fakultas B di luar paling minum kopi bareng".
Demikian jawabnya lagi, pernyataan yang tidak lebih “intelek” dibanding pernyataan pertama. Weleh weleh, saya makin bingung dibuatnya, karena seingat saya si super senior ini dulunya adalah salah satu aktivis mahasiswa yang vokal, termasuk dalam menyuarakan sikap anti-kekerasan.

Masih ada kejadian unik bin aneh lain, beberapa minggu lalu ada junior saya di kampus yg pulang dari tawuran dan nongkrong di mace (kantin kampus), saya pun langsung bertanya untuk basa-basi" dari mana dek?"."Dari pesta rakyat kak" jawabnya spontan dengan ekspresi bangga. Ck ck ck ck, entahlah apa yang akan saya ucapkan lagi, kalo jawaban dari teman-teman mahasiswa di kampus seperti ini. Oh ya waktu itu saya juga sempat membawa anak saya ke kampus saat tawuran (hebatnya di kampus itu kalo tawuran lokasinya di situ-situ aja, jarang pindah). si Gladish (nama anak saya) bertanya " Bunda, semua orang di kampus ga bersodara ya?", Saya lantas bertanya balik "hmm kenapa, kamu tanya begitu sayang?" "soalnya di sekolahku kita semua bersaudara, jadi tidak boleh ada yang bertengkar apalagi berkelahi" jawabnya polos. Sempat terdiam sejenak mendengar jawaban polosnya, saya pun menjawab dengan sedikit nada bercanda "Sayaaang, di kampus memang ada yang tidak bersaudara dan suka bertengkar, tapi lebih banyak yang bersaudara, tuh lihat masih banyak orang yang tidak ikut tawuran (sambil mennujuk orang di sekitaran saya yang duduk santai menikmati kopi)". Seperti itulah pertanyaan anak saya, di umur tujuh tahun rasanya dia lebih mengerti apa itu perdamaian dibanding para kaum intelek yang gemar memutus tali persaudaraan itu.

Well, saya tidak tau lagi apa yang akan saya katakan di tulisan ini, saya rasanya ingin ngasih tau ke oknum mahasiswa-mahasiswa itu , “Teman-teman, lakukanlah hal-hal yang mulia, cukup sudah berdemo dengan cara “klasik” yang sudah terbukti tidak efektif, carilah sesuatu yang lebih berguna!!! Kalian tawuran, sedangkan orang yang kalian sayangi was-was mengingat kalian di kampus, kalian asik berdemo mengatasnamakan masyarakat hingga ricuh, tapi kalian menyusahkan masyarakat yang kalian bela dengan membakar ban, apalagi kalau sampai membuat lalu lintas macet. Kalian menghancurkan mobil berplat merah, sedangkan kalian tidak berpikir kalo mobil itu dibeli dari pajak yang masyarakat bayar (syukur kalau pajak, kalau dari utang luar negeri, gimana?)”

Kami masyarakat tidak mempermasalahkan bila kalian melakukan demo, kami juga senang kok di bela, tapi kalau kalian membela dengan cara seperti itu kami tidak suka. Jalanan macet, kendaraan masyarakat jadi korban, fasilitas umum rusak, sampai ayam pun kalian jadikan kambing hitam (tribute to para pelaku pengrusakan salah satu restoran siap saji di Makassar, beberapa waktu lalu)

Kalian tau tidak, waktu saya kerja di salah satu radio berita di kota J, saya selalu di tanya “Key, Makassar kalau naikin berita pasti berita ricuh”. Sindiran itu tentunya hanya bisa membuat saya tersenyum kecut karena malu. Kalian bisa bayangkan bagaimana stereotipe orang di luar sana tentang Makassar? padahal sebenarnya kita baik-baik saja kok. Masih banyak di antara kita yang berprestasi, lihat gerakan EarthCare untuk melakukan kampanye kelestarian hutan kota, atau Pak Oni Gappa yang menanam pohon untuk menghijaukan Makassar Tanpa pamrih, atau lihatlah, kita punya Aan Mansyur sang penulis, Dian, Iru, Romi dari Holywood Nobody dan sederet tokoh inspiratif yang tidak bisa saya tuliskan satu-persatu di sini.

Rasanya tidak pantas bagi kita lagi untuk dikenal, karena berbagai aksi kekerasan yang pasti sangat di sukai oleh media(Badnews is a good news, isn't it?). Ayolah kawan hentikan tawuran, dengan masalah sepelik apapun. Kalian mahasiswa jangan mudah terprovokasi, Kalian adalah agen kontrol sosial, kalian adalah pembela masyarakat, kalian penerus bangsa yang akan melanjutkan perjuangan bangsa. Jadi Berhentilah berlaku seperti orang yang berotot tapi seperti tak ber-otak!!!!!!!! Karena kami masih sangat berharap banyak dari fungsi-fungsimu, bagaimana cara kalian merubah bangsa, jika merubah diri saja belum bisa.

P.S. Maaf kawan mahasiswa, saya tidak bermaksud menggurui ini. Ini hanyalah sebuah bentuk keresahan saya pribadi dan mungkin saja keresahan beberapa kawan di luar sana.

Kamis, 19 Agustus 2010

kamu dan lagu

Saya akan selalu mengingatmu seperti saya selalu memutar ulang lagu kesukaan saya, tapi
saya tidak akan lagi mengingatmu, sama seperti ketika saya bosan mendengar lagu kesukaan saya..

Kamis, 17 Juni 2010

"sjuta klw mau buka jilbab", seperti itulah kalimat seseorang yang menawarkan pekerjaan ke saya untuk ngem-c di event-nya. Hmm menyakitkan bukan, betapa penampilanbaru saya menjadi sebuah harga...
Well it's hurt, sangat menyakitan dari pernyataannya tapi sudahlah, ini mungkin ini juga bagian dari resiko dan dinamika .. hehe..
Fiuhhh.. apaya.. gimana ya...uh entahlah.. besok sj melanjutakan tulisnya..


mydear one: Kalo nanti kamu menghadapi masalh seperti bunda ini, kamu tau jawabnya. "Apapun di dunia ini harganya, tidak bisa menyamai dengan kain yang menutupi auratmu .."